Powered By Blogger

Pages

Mengenai Saya

Foto Saya
Ciawi, Bogor/Jawa Barat, Indonesia

Sabtu, 03 Mei 2014

Tugas 2 : Aspek Penentu Kualitas Karya Tulis Ilmiah

Kualitas Karya Tulis Ilmiah




Dua aspek yang menentukan kualitan penulisan ilmiah.
1.                 Topik yang menarik

Tentunya kualitas ditentukan oleh topik materi tulisan yang menarik dengan hal ini sangat berperan dalam upaya menarik minat pembaca. Artinya topik yang mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca,pembahasannya tidak terlalu luas juga tidak terlalu sempit untuk dikembangkan. Topik yang menarik dan unik pastinya tentu akan menarik orang untuk membaca. Topik yang menarik merupakan aspek yang penting dalam menulis karya ilmiah. Dan topik yang menarik dapat menunjukkan kualitas dalam karya ilmiah. Oleh sebab itu ketika kita hendak akan menulis suatu karya ilmiah, sebelumnya kita harus memikirkan topik yang menarik dan membuat orang tertarik dengan topik yang kita buat.  Yang sangat di perlukan dalam karya tulis adalah Judul. Di mana Judul tersebut harus di buat semenarik mungkin agar pembaca semakin tertarik untuk memahami karya tulis yang telah dibuat oleh penulis. Akan tetapi Judul tidak saja harus mengandung pengertian yang tepat untuk melukiskan seluruh isi karya tulis tetapi syarat-syarat untuk berhubungan dengan gramatikapun harus terpenuhi. Judul harus dapat mencakup ide yang paling pokok dari seluruh isi karya tulis tersebut.
  Pemilihan Topik Masalah Penelitian. 
Pemilihan dan penentuan masalah penelitian merupakan tahap awal dari suatu penulisan karya tulis ilmiah. Pemilihan topik masalah ini sangat menentukan arah kegiatan penulisan karya tulis berikutnya. 
  
     2. Mudah dipahami oleh pembaca

Mudah dipahami oleh pembaca artinya topik yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu baku akan tetapi mudah di pahami oleh pembaca. Topik mudah dipahami oleh pembaca merupakan nilai plus bagi penulis, karena tujuan penulis membuat karya tulis untuk dipahami oleh pembaca. Oleh sebab itu hendaknya dalam membuat karya tulis kita tak hanya mementingkan kondisi sendiri, tetapi kita pun harus memperhatikan kondisi pembaca agar pembaca pun senang dan memahami dengan apa yang kita buat di dalam tulisan tersebut serta mudah dipahami merupakan aspek yang mentukan kualitas karya tulis. Dalam karya tulis, seharusnya menggunakan bahasa yang sopan, baik, dan menggunakan EYD yang tepat agar mudah dimengerti oleh pembaca.

Aspek ini merupakan aspek lanjutan dari sebelumnya, dimana saat pembaca melihat judul yang menarik. Namun saat membaca membuat mengantuk atau bosan, tidak mustahil sang pembaca langsung menutup laman tersebut. Tipsnya adalah :
-       Jangan memberi terlalu banyak teks yang di tampilkan
-       Gunakan kombinasi gambar dan warna
-       Gunakan bahasa yang familiar di telinga masyarakat atau berikan penjelasan setelahnya

 Salah satu tujuan penulisan buku adalah agar buku tersebut menarik pembacanya adalah mudah dipahami. Kemenarikan suatu buku tidak saja dari isi materi yang disajikan tetapi juga sosok tampilan buku. Buku yang terlalu tebal, penuh dengan tulisan mungkin kurang menarik bagi kelompok  pembaca tertentu. Sebab itu sangat penting untuk mengetahui kepada siapa buku anda akan ditujukan. Buku bagi kelompok anak-anak, tentunya disajikan dengan sosok yang meriah, warna-warni, ceria sesuai dengan kehendak mereka.
Tugas 2 : Aspek Penentu Kualitas Karya Tulis Ilmiah

Tugas 3 : Tulisan Ilmiah Populer (Otak dan Musik)

Coba anda berikan contoh tulisan ilmiah populer, dengan topik peristiwa - peristiwa yang terjadi saat ini!

Otak dan Musik
oleh : Fritz Sumantri Usman Sr ( Dokter-Penikmat musik )


Pendahuluan
Musik merupakan suatu bentuk kebudayaan yang beberapa dekade terakhir sangat aktif diangkat dan dijadikan suatu bentuk terapi , di beberapa negara sudah banyak didirikan pusat pendidikan dan pelayanan musik, terkait dengan beberapa kondisi dari suatu penyakit khususnya di bidang neurologi. Dan tidak hanya secara institusional pelayanan musik diberikan, namun saat inipun sudah semakin banyak individu individu yang meng”kreasikan” sendiri musik atau lagu yang dapat mempengaruhi dan merangsang mood mereka, sehingga aktivitas pagi hari dapat dimulai dengan lebih menyenangkan dan efektif dalam membangkitkan rasa optimisme,percaya diri dan ketenangan , dimana ke tiga perasaan tersebut yang secara umum ternyata dapat dibangkitkan bila kita mendengar musik atau lagu lagu tertentu ( kondisi ini sangat individual, silahkan masing masing dari kita mencari tahu lagu lagu apa saja yang dapat memberikan pengaruh positif pada mood kita)1. Seperti kita ketahui , betapa musik memiliki arti positif dalam mempengaruhi perasaan yang ada dalam diri seseorang1, terlepas bahwa ada beberapa kondisi dimana musik memberikan pengaruh buruk seperti pada keadaan musicogenic epilepsy ( epilepsy yang dipicu saat mendengarkan music ) , musical partial seizure ( halusinasi mendengar suara music sebagai manifestasi dari epilepsy non kejang ) music release hallucination ( seolah olah mendengar suara music, salah satu kondisi gangguan psikiatri ) , sinesthesia ( halusinasi melihat suatu warna pada saat mendengarkan music tertentu ), dan amusia ( gangguan dalam menentukan pengenalan nada serta irama music )2, namun secara garis besar dan umum , kita sama sama menerima bahwa musik merupakan suatu bentuk media yang sangat baik untuk mempengaruhi mood seseorang, sehingga dipergunakan sebagai terapi, baik itu sebagai terapi adjuvant maupun restorasi untuk beberapa penyakit saraf seperti Parkinson, amnesia, rehabilitasi stroke dan banyak lagi 3. Artikel ini akan menceritakan bagaimana music yang kita dengar, akan diolah oleh bagian bagian tertentu dari otak kita hingga dapat menciptakan perasaan yang menyenangkan kita.


Pembahasan
            Musik, merupakan salah satu bentuk kebudayaan tertua yang pernah lahir di bumi ini . Tanpa kita sadari musik telah tercipta saat bunyi bunyian diciptakan, baik itu sebagai bentuk komunikasi maupun hiburan , dan yang lebih menarik , ternyata eksistensi musik sudah dari awal sangat dekat dengan dunia ilmiah bahkan kedokteran, karena Pthytagoras menemukan salah satu pemahaman awal matematika tentang amplitudo dan frekuensi melalui Lyra yang ia petik , dan yang lebih menarik lagi  Dewa Apollo ( salah satu dewa utama bangsa Yunani ), tidak hanya merupakan dewa di bidang pengobatan, namun juga dewa di bidang musik.4
Bahkan perkembangan agama agama besar yang ada di dunia ini, tidak terlepas dari ciri dan eksistensi masing masing bentuk musik yang mereka miliki seperti Raagas ( Hindu ), Amitabha Sutra ( Budha ), chant Gregorian ( Nasrani ), Tajwid dan Adzan yang dikumandangkan ( Islam ) semuanya merupakan doa ataupun pujian yang diucapkan membentuk irama yang indah4. Kesemua hal menarik tersebut, bagaikan magnet, semakin menarik kita untuk mengerti bagaimana musik di proses dari sebuah bentuk bunyi bunyian hingga akhirnya dapat mempengaruhi perasaan / mood seseorang 4,5.
Awalnya , bunyi bunyian yang masuk ke telinga kita ditangkap oleh kokhlea, dimana frekuensi  suara rendah akan merangsang sel sel di daerah apeks sementara bunyi dengan frekuensi tinggi akan ditangkap di dasar kokhlea. Kemudian, melalui jaras saraf vestibulo kokhlearis, impuls tersebut menuju nukleus kokhlearis ventralis di daerah medula oblongata, kemudian dilanjutkan menuju kolikulus inferior di batang otak melalui jaras lemniskus lateralis, selanjutnya dari kolikulus inferior impuls suara musik tadi akan diteruskan ke daerah brakium kolikulus inferior lalu ke korpus genikulatum medialis dan terakhir di terima di daerah lobus temporalis superior,  dan mulailah musik mempengaruhi berbagai macam bagian bagian di dalam otak kita , seperti amigdala, tegmentum, striatum , lobus temporal superior, daerah prefrontal dan beberapa bagian lainnya, seperti gyrus Heschl yang berperan dalam pengenalan musik yang pernah didengar 6.
Dari hasil penelitian menggunakan fMRI dan PET scan, didapati bahwa pada saat kita menikmati music yang kita dengar , maka ventral tegmentum area ( VTA ) akan menghasilkan dopamine yang kemudian mempengaruhi area kesenangan kita yaitu amigdala dan nucleus akumbens, dimana semakin intens dan terhanyut kita akan musik yang sedang kita dengarkan semakin giat pulalah ke 2 area tersebut bekerja, walaupun ternyata tidak hanya musik saja yang mampu membuat kedua area tersebut “menyenangkan kita”, sensasi erotis cinta dan addiksi pun menempuh jalur yang sama seperti halnya musik 7.
Kemudian, ada satu hal yang menarik, pada saat membicarakan Mozart effect atau Bethoven effect, dimana kabarnya komposisi dari kedua jenius tersebut yang paling optimal dapat mengaktifkan dan menstimulus lebih banyak area di sistem limbik dibanding karya komposer lainnya ataupun lagu pop biasa, karya karya Ludwig von Bethoven seperti  String Quartet in C-sharp minor, Op. 131 atau karya Wolfgang Amadeus Mozart seperti night music no 1, serenande no 10 in B major, Ah , Vous direi-JC, simfonie in D, rando in C major, seringkali di rekomendasikan sebagai komposisi musik yang baik untuk menstimulus respons otak. Bahkan komposisi klasik popular seperti Air dari Johan Sebastian Bach, dimana alunan melodi dan nuansa yang dibangunnya sangat indah dan menyentuh ruang ketenangan kita, ternyata bila dibandingkan dengan komposisi komposisi Mozart danBethoven kurang optimal dalam menstimulus ke optimalan dari kerja otak kita 8. Pertanyaan tersebut membuat kita berfikir , mengapa otak kita lebih menyukai partitur ataupun alunan musik yang “tidak terduga”, cenderung upbeat,  tanpa pengulangan bagian bagian dari komposisi, mengapa otak kita lebih menyukai suatu komposisi yang didalamnya terdapat perubahan tempo yang signifikan, dengan kata lain dan secara umum kita dapat mengatakan mengapa musik Mozart dan Bethoven lebih baik dalam menstimulus otak kita dibanding lagu pop yang lebih menyenangkan perasaan kita 8.
Ternyata hal tersebut juga dipikirkan oleh Leonard Meyer , didalam bukunya Emotion and meaning in music. Di buku itu, Meyer menuliskan bahwa setelah melakukan penelitian dari lebih 200 sampel didapatkan bahwa pada saat amygdala dan nucleus akumbens sedang berada dalam pengaruh dopamine yang tinggi, dibagian lain, nucleus caudatus bekerja menciptakan suatu fase yang bernama fase antisipasi. Fase ini timbul sebelum kita merasakan klimak dalam mendengarkan suatu music/lagu/komposisi, dan bila klimaks itu tercapai maka musik yang kita dengarkan di akhir lagu selain akan menimbulkan sensasi yang menyenangkan , menenangkan, membuat semangat juga meningkatkan metabolisme di otak kita melalui mekanisme vasodilatasi sistemik dari pembuluh darah otak. Lalu bagaimana bila musik yang kita dengarkan terdengar monoton, kemudian bagian bagiannya diulang seperti halnya pakem lagu pop saat ini dimana selalu ada intro,chorus I, chorus II, refrain,bridge,chorus (lagi), refrain,refrain dan ending, ternyata fase antisipasi tidak akan terjadi atau minimal, sehingga yang ada hanyalah sensasi yang menyenangkan , menenangkan, membuat semangat tanpa atau minimal meningkatkan metabolisme di otak 8,9. Keuntungannya adalah , orang orang dengan kesadaran penuh, dengan membangun imajinasi dan kenangan akan suatu musik / lagu tertentu dapat menciptakan fase antisipasi ini, namun hal tersebut tidak berlaku pada bayi maupun orang dengan derajat kesadaran yang rendah hingga minimal 10. Dan pada saat fase antisipasi ini telah terlampau dan kenikmatan kita dalam mendengarkan musik tercapai, tubuh pun merelease endorphin sebagai adjuvant betapa indahnya musik yang kita dengarkan 8,10.

Penutup
            Demikianlah sedikit tulisan mengenai hubungan otak kita dan musik yang kita dengarkan . Mendengarkan musik, walaupun sekilas merupakan aktivitas yang sederhana , selain dapat memberikan mood positif, juga mampu meningkatkan dan menstimulus kerja dari otak kita. Jaras sistem pendengaran beserta area pendengaran di otak, beberapa bagian dari sistim limbik, are pre frontal, merupakan daerah daerah yang berperan aktif dalam menterjemahkan alunan musik yang kita dengarkan, hingga dapat menimbulkan sensasi sensasi yang berpengaruh pada perasaan dan alam pikir kita.

Daftar Pustaka : 
Daftar Pustaka :

  1. Sachs O, Brust JC. Musical Examples, clinical tales. In Levietin D,editor. This is your brain on music. Plume 2007, vol 8(7), pg 41
  2. Brust JC. Music and the neurologist . A Historical Perspective. Ann N Y Acad Sci. 2001 Jun;930:143-52
  3. Arias GM. Music and Neurology. Neurologia. 2007 Jan-Feb;22(1):39-45
  4. Arrezzo G. Between myth and history. In Mengozzi S, editor. The renaissance reform of medieval music theory. Cambridge;Cambridge University Press, 2010, pg 286-9
  5. Perretz I, Zatorre RJ. Brain organizing for music processing. Annu Rev Psychol. 2005;56:89-114
  6. Fix JD. Auditory system in Neuroanatomy. William & Wilkins 1992, ed. 2, pg 147-150
  7. Besson M,Schon D,Moreno S,Magne C. Influences of musical expertise and usical training on pitch processing in musical and language. Restor Neurol Neurosci. 2007;25(3-4):399-410
  8. Lehner J. The neuroscience of music. Available at :http://www.wired.com/wiredscience/2011/01/the-neuroscience-of-music/
  9. Trainor LJ, Shahin AJ, Roberts LE. Understanding the benefits of musical training : effect on oscillatory brain activity. Ann N Y Acad Sci. 2009 Jul;1169:133-42
  10. Corrigal KA, Trainor LJ. Effect of musical training on key and harmony perception.Ann N Y Acad Sci. 2009 Jul;1169:164-8

Jumat, 04 April 2014

Contoh Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar dan Perannya sebagai Alat Komunikasi



Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar

Bahasa Yang Baik
Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan.
Hal ini harus disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita.

Bahasa yang Benar
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan).
               
Dari penguraian di atas, maksud dari bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang penggunaannya disampaikan sesuai sasaran yang diinginkan dengan cara penggunaan yang disesuaikan dengan siapa, tempat dimana dan maksud serta tujuan dari penggunaan bahasa tersebut serta dalam penggunaannya bahasa yang kita gunakan sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah dibetulkan. Sehingga apa yang ingin kita sampaikan dapat dimengerti dan dipahami oleh sekitar kita.
                
Berikut sebagai contoh penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam percakapan yang dituangkan dalam tulisan secara umum dimasyarakat :
-          Bagaimana kesehatanmu sekarang? Apakah baik?
·         Iya kesehatan saya saat ini baik. Bagimana dengan kamu?
-          Sama kesehatan saya juga baik.


Berikut sebagai contoh penggunaan bahasa yang kurang tepat dalam percakapan yang dituangkan dalam tulisan secara umum dimasyarakat :
-          Apa kesehatanmu! Baik!
·         Kesehatanku baik sekali, Kamu gimana?
-          Iyaaa begitulah.
Pada contoh pertama diatas, kita dapat mengerti maksud dari apa yang disampaikan oleh orang lain karena bahasa yang digunakan baik dan benar. Sedangkan pada contoh kedua, apa yang dimaksudkan tidaklah tersampaikan dengan baik sehingga orang lain tidak dapat mengerti dengan baik hal apa yang kita maksudkan.



Bahasa sebagai Alat Komunikasi
sumber dari vhi3y4

Fungsi Bahasa sebagai alat komunikasi
-          Bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
-          Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
-         Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
  • Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
  • Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
  • Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
  • Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

Contohnya :
Misalnya berupa :
-          Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
-          bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
-          adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
-          alarm untuk tanda segera berkumpul
-          bedug untuk tanda segera melakukan sholat
-          telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
-          simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
-          gambar peta yang menunjukkan jalan
-          suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
-          adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
-          bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.

  • contoh dalam kehidupan sehari hari
misalkan seorang satpam perumahan  berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut
Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.

Kamis, 13 Juni 2013

Pendapatan Nasional


Pendapatan nasional adalah pendapatanyang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara dari faktor-faktor produksi yang dimilikinya selama s1 tahun.
Dalam Pendapatan Nasional ada perekonomian tertutup sederhana yaitu perekonomian yang mencakup perdagangan Nasional, yang tidak mengenal hubungan dengan Negara lain.
Untuk mencari Pendapatan Nasional per-tahun dapat menggunakan rumus
Y = C+I
*ket:
-) Y = besar pendapatan/tahun
-) C = besar konsumsi/tahun
-) I = besar investasi

Konsep Pendapatan Nasional
ü  Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
ü  Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
ü  Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
NNP = GNP – Penyusutan
ü  Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
ü  Pendapatan Perseorangan (PI) Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )

ü  Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable incomeini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

DI = PI – Pajak langsung

ü  Perhitungan Pendapatan Nasional
1.      Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
2. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p
3. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)


Jumat, 26 April 2013

Teori Perilaku Konsumen



           
            Setiap manusia dimuka bumi ini merupakan seorang konsumen yang ingin selalu memenuhi kebutuhan hidup ataupun kepuasannya dengan apa yang dimilikinya. Teori perilaku konsumen menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
            Dalam kenyataannya perilaku konsumen tersebut memang sering kali tak menghasilkan kepuasan yang maksimal, selain dikarenakan hakikat manusia yang mempunyai keinginan yang tak terbatas dan selalu meningkat ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi hal tersebut, diantaranya ;
1.      Pengetahuan konsumen tentang kualitas barang terbatas.
2.      Adanya persaingan dari para konsumen.
3.      Kecenderungan konsumen bersifat masa bodoh terhadap situasi harga di pasar.
4.      Adanya tradisi yang kuat, sehingga memengaruhi tingkah laku konsumen.
Perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan, yang mengatakan bahwa bila harga naik maka permintaan turun. Sebaliknya bila harga turun, maka permintaan naik, dengan catatan keadaan yang lain ceteris paribus. Tapi pada dasarnya perilaku konsumen memiliki perbedaan masing-masing pada setiap diri manusia.

Jumat, 22 Maret 2013

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

Pada suatu pusat pembelanjaan tradisional terdapat penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli yang berinteraksi akan melakukan proses tawar-menawar. Proses tawar-menawar ini menunjukkan adanya permintaan dan penawaran barang. Penjual akan menawarkan barang dagangannya dengan harga yang telah ditentukan dan pembeli akan meminta barang diinginkan dengan harga rendah. Proses tawar-menawar ini akan berlangsung hingga tercapai kesepakatan harga. Lalu apakah permintaan dan penawaran itu?

Kamis, 24 Januari 2013

BIROKRASI


             Birokrasi berasal dari dua akar kata, yaitu bureau (kain penutup meja) dan Cracy, ruler (prngatur). Sekurang-kurangnya ada tiga macam arti birokrasi, yaitu :

Pertama, Birokrasi diartikan sebagai “government by bureaus” yaitu pemerintahan biro oleh pegawai yang diangkat oleh pemegang kekuasaan, pemerintah atau pihak atasan dalam sebuah organisasi formal, baik publik maupun privat; Pemerintahan Birokratik adalah pemerintahan tanpa partisipasi warga masyarakat (pemangku kepentingan dan masyarakat konsumen).